Senin, 30 Mei 2022

HILANG NAMUN ADA

 


        Beliau adalah Bapak Dr. Asep Kustiana, M.Pd seorang Dosen pengampu mata kuliah Filsafat Pendidikan pada Semester 1 jenjang Pasca Sarjana PBS Indonesia IKIP Siliwangi Bandung, sosok beliau yang sangat ramah dan bisa mengerti keadaan mahasiswanya menjadikan beliau adalah salah satu dosen yang sangat digemari oleh mahasiswa/i, tak terlepas saya sebagai mahasiswa yang mungkin baru bergabung dalam perkuliahan dan baru bertemu dengan beliau. 

        Tak henti mata ini memandang hingga tak sadar kalau air mata ini menetes, pasalnya wajah beliau sangatlah mirip dengan almarhum Abah yang meninggal pada tanggal 09 September 2021 Pukul. 01.45 WIB Dinihari, sampai terbelsit dalam hati ini apakah ini yang disebut reinkarnasi?, tapi apalah itu yang jelas kehadiran beliau sangatlah menjadi penyemangat dikala saat ini Abah sudah tiada, terlebih dia juga memiliki logat atau gaya bicara sama dengan almarhum Abah, tak perlu waktu lama aku langsung cerita pada Emih dan kakak-kakakku bahwa di kampus ada Dosen yang sangat mirip wajahnya dengan Almarhum Abah, serentak emih dan kakakku tertawa dan mengakui bahwa beliau mempunyai wajah yang mirip dengan Al Marhum Abah. 

                    Kesan tersendiri ketika memang satu penyemangat hilang dan tergantikan oleh yang serupa  namun tak sama, rasanya sudah sangat lebih dari cukup mengobati rasa rinduku pada Almarhum  Abah, saat inipun saya selalu menjalin komunikasi dengan beliau, ketika rasa rindu kepada  Almarhum abah datang, foto inilah yang menjadi hati ini sedikit terobati akan rasa kehilangan yang mendalam dari sosok abah yang mengantarkanku pada status mahasiswa Pasca Sarjana IKIP Siliwangi Bandung tahun 2021.  

            Bila suatu hari nanti raga ini terlepas dengan ruh, maka ingatlah tidak ada yang abadi didunia ini, dan juga tidak mereka yang sudah mendahului kita sebetulnya tidak mati, hanya raga saja yang mati, namun jiwa, kebaikan atau bahkan satu keburukannyapun akan tetap hidup dalam benak sanubari kita, tetaplah tebarkan kebaikan, agar kelak nanti orang tercinta kita akan selalu ingat akan kebaikan yang kita perbuat, tentunya kebaikan itu akan menjadi amal ibadah yang tidak pernah pada dan terus mengalir selama kebaikan kita diingat dan bahkan menjadi hal yang bermanfaat bagi sesama. 


Minggu, 29 Mei 2022

TEKAD KUAT AKAN SATU IMPIAN DAN CITA-CITA (Perjalanan menuju Magister jilid 1)



            Malam itu, pembayaran penjualan sawah almarhum Abah telah lunas terbayar, kami bertiga diantara 6 saudara sepakat membagi rata setelah semua utang-utang terbayar lunas, karena alasan kuat kami jual karena utang almarhum harus segera dibayarkan. semua sudah dibagi rata dengan nominal yang sama, hati tenang bercampur sedih, karena tidak ada keributan dan perpecahan setelah dibagi warisan dari almarhum abah,  teringat salah satu nasihat Guru waktu SMP beliau adalah Bapak Achmad Budiman, S.Pd seorang Guru bahasa Inggris dan juga Pembina OSIS pernah mengatakan " Amal yang tidak pernah putus adalah ilmu yang bermanfaat" seketika itu aku terpikirkan jika memang demikian, uang yang tadi menjadi bagianku akan ku pakai untuk lanjut kuliah, dalam hati berat karena berbagai pertimbangan salah satunya adalah resiko untuk istri dan si Bontot Tyo yang beranjak ikut KOBER, dalam benak hati juga merasa berat ketika harus berdiskusi dengan istri, namun hal itu tidak menyurutkan tekad itu, dimalam yang sama, aku dan istri berdiskusi dari mulai pelunasan sampai hasil pembagian sampai menceritakan tekad untuk lanjut kuliah karena berbagai pertimbangan yang salah satunya ingin memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan karena aku masih ingat salah satu motivasi juga dari Guru SMA Bapak Almarhum Solider Manalu, S.Pd Guru sejarah beliau berkata " Investasi yang tiada akhir adalah pendidikan terutama Guru, modal berapapun akan terbayarkan" alhamdulillah istripun mengerti dan betul-betul mensupport tekad dan kemauanku, karena dia berpikir kedepan harus ada perubahan terlebih saat ini aku (Suami) tengah menjadi seorang Pengajar Praktik Guru Penggerak dengan membina Guru-Guru hebat, ditambah menjadi panutan di Desa dengan terpilihnya sebagai Sekretaris BPD dan juga akan menjalani tugas sebagai PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada ditingkat Desa dalam Pemilu 2024, hal itu juga yang menjadi pertimbangan istriku untuk mengizinkan aku lanjut studi, tak ada perdebebatan dan juga argumen bahasa tubuh apapun akhirnya aku sepakat untuk mendaftar kuliah Pasca Sarjana di IKIP Siliwangi Bandung, karena alasan biaya terjangkau, kualitas bagus dan juga aku alumnus IKIP Siliwangi tahun 2013. 

             Moment apapun pasti aku selalu mohon doa restu dari Emih (Ibu) karena bukan teori lagi doa seorang Ibu adalah senjata paling ampuh dan juga jalan meuju kemudahan mengejar keinginan, hari itu aku minta izin untuk memakai uang hasil penjualan sawah untuk dipakai lanjut kuliah, alhamdulillah emih mengizinkan dan akupun langsung sungkem serta mencuci kaki emih, agar kedepan aku diberi kemudahan dan juga kelancaran, terpancar air mata emih berlinang seketika teringat almarhum abah, karena aku berkata ilmu yang nanti aku dapatkan dan aku amalkan akan menjadi amalan yang tidak pernah putus untuk abah, tak terasa air mataku pun menetes dan tekad ini semakin yakin dan kuat akan mencapai cita-cita itu menjadi seorang Magister. 
   
                Tepat pukul 04.00 WIB (Dini hari) si Putih Kuda Besi (Motor Matic) sudah kupanaskan, 
tak lupa nasi timbel yang terbungkus daun pisang  yang sudah disiapkan istriku turut menjadi bawaanku untuk sarapan ya itung-itung irit pengeluaran, pamit dan cium tangan istriku mengantarkanku ke pintu gerbang, akupun langsung berangkat menuju kota kembang dengan durasi 3 Jam 15 Menit. banyak hal yang dirasa  dalam perjalanan menuju kampus, mulai dari ngantuk, dingin dan juga keram pada tangan turut kurasakan karena 10 tahun yang lalu terakhir aku ke kampus, sudah jelas akan butuh adaptasi kembali, 10 tahun cukup banyak perubahan rute hingga aku salah jalan untuk menuju gang kampus al hasil 30 menit tersesat, setalah bertanya alhamdulillah sampai juga aku di kampus tercinta, tapi sayangnya aku datang tidak banyak aktifitas akademik kampus, karena dulu hari sabtu biasa dipakai untuk perkuliahan kelas karyawan, karena mungkin aku baru kembali jadi aku tidak tahu civitas akademik saat ini. akupun langsung menuju ke ruangan pendaftaran mahasiswa baru, setelah aku bertanya pada seseorang yang ada diruangan (Lupa Nama) aku bertanya untuk pendaftaran mahasiswa S2 kapan, dia menjawab sudah ditutup,  sontak hati ini sudah mulai putus asa, karena dibuka lagi bulan maret tahun depan, sementara aku ke kampus saat itu bulan November, hal ini pasti akan berpengaruh pada uang yang tengah kusimpan saat ini, suatu hari pasti akan terpakai, namun ada harapan kecil ketika beliau memberikan no kontak prodi S2 untuk menghubungi no kontak tersebut, ia adalah Pak Iman Santoso, M.Hum (Sekretaris Prodi S2 PBS Indonesia) saat ini, ketika aku hubungi sampai ke 4 kali namun tidak ada jawaban, semakin hati ini surut, ketika dibagian pendaftaran harus ,menunggu sampai bulan maret 2022,  saat itu aku pulang karena tidak ada lagi tujuan, dosen yang kenalpun tidak ada, aku menuju ke Masjid Kampus untuk menunaikan sholat Dzuhur, setelah sholat Dzuhur alhamdulillah Pak Iman membalas telepon dariku melalui Whatssapp seketika aku berbincang dan memperkenalkan diri dan juga menjelaskan maksud dan tujuanku, dengan sedikit nada hampir tidak ada kesempatan untuk mendaftar karena waktunya tidak tepat pak Imam sampaikan, namun beliau mencoba akan berdiskusi dengan ketua Prodi saat itu Ibu Hj. Dr. R. Ika Mustika, M.Pd, akupun menjelaskan bahwa alumni tahun 2013 kelas karyawan Subang, Pak Iman pun mengerti dan dipersilahkan untuk menunggu jawaban dari ketua prodi. 
            Perjalanan pulang cukup berat, karena tidak ada hasil yang pasti, namun aku harus pulang sebelum pukul. 15.00 WIB, setelah menerima telepon Pak Iman, aku langsung pulang dengan membelah jalur cimahi, Cihanjuang, Parongpong, Lembang, Subang dan berakhir di Pusakanagara Pantura Subang, sesampainya dirumah aku lihat Hp ternyata Pak Iman telepon hingga 5 kali, namu aku tak menjawab karena sedang dalam perjalanan posisi hp pun berada pada tas kecil, aku telepon balik dan akhirnya Pak Iman memberikan kabar gembira bahwa bisa mendaftar saat ini, namun tetap harus mengikuti seleksi dan wawancara, akupun menjawab siap, lamgsung terjadwal 3 hari yang akan datang untuk seleksi dan Wawancara, setelah membayar uang pendaftaran aku langsung ikut seleksi dengan beberapa mahasiswa S2 yang sama menyusul sepertiku, disini aku mendapat teman bernama Pak Ukon dari Tanggerang dan Pak Didin dari Sukabumi, namun pak Ukon tidak lanjut sampai perkuliahan, sementara pak Didin tetap bertahan sampai perkuliahan, beres seleksi kamipun mengikuti wawancara dengan ketua Prodi dan dinyatakan Diterima,  perasaan ini sangat senang tak terhingga karena bisa megikuti perkuliahan walaupun tertinggal 7 pertemuan, saran dari ketua prodi agar minta tugas kepada Dosen yang mengampu mata kuliah agar sama dengan rekan yang lain, saran itu langsung kujalani. 
            Pertemuan pertama dengan Pak Iman terjadi ketika aku melunasi keuangan pertama semester 1, banyak cerita ketika aku kuliah dulu, satu kata alhamdulillah bisa diterima pada moment yang tepat ketika ada uang yang sudah ada peruntukannya. tak lama akupun berkenalan dengan rekan 1 kelas yang berjumlah 18 Orang, dengan karakter yang unik, punya ciri khas dan juga bisa menerima ditengah perjalanan, tentunya aku sudah nyaman dengan teman baruku di kelas Pasca Sarjana PBS Indonesia Angkatan 2021. 
            Pada jilid 1 ini aku belajar bahwa benar kekuatan Doa seorang Ibu itu betul-betul ampuh, yang tadinya aku harus ikut mendaftar bulan maret 2022 tahun depan, tapi bisa dibulan November 2021, ini suatu yang menggembirakan, dengan statusku sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana IKIP Siliwangi Bandung, denga  Orang -orang hebat dibelakangku terutama istriku tercinta yang betul-betul mensupport, hal ini terlihat ketika dia tidak banyak tuntutan apapun. Itulah sepenggal ceritaku yang menjadi saksi dalam memperoleh status sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana IKIP Siliwangi Bandung Angkatan 2021. 

Kamis, 26 Mei 2022

Secuil Kisah Guru Penggerak

 



GURU BERGERAK INDONESIA MAJU

Oleh    : Eman Suherman

emansuherman98@guru.smk.belajar.id

 

 

Dunia Pendidikan di Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya membahas dan melakukan kegiatan inovasi pengembangan terkait transformasi Pendidikan, untuk mewujudkan visi Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian demi terciptanya Pelajar Pancasila, tak sedikit yang memprediksi bahwa perubahan Mindset Pendidikan di Negara kita akan mengalami perubahan yang cukup signifikan dari sebelumnya, hal ini dilakukan untuk mewujudkan Pendidikan yang berkualitas untuk masyarakat.

Perubahan ini tertuang dalam Program Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek)  melalui episode merdeka belajar, tak tanggung-tanggung saat ini Kemendikbudristek telah merilis episode belajar sampai dengan episode 19 diantaranya; Episode 1 empat pokok kebijakan dengan mengganti UN menjadi Assesment Nasional, menghapus USBN, Penyederhanaan RPP, menyesuaikan kuota jalur prestasi berbasis Zonasi. Episode 2 Kampus Merdeka; Episode 3 Perubahan mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS); Episode 4 Program Organisasi Penggerak; Episode 5 Program Guru Penggerak; Episode 6 Transformasi dana pemerintah untuk Pendidikan tinggi; Episode 7 Program Sekolah Penggerak; Episode 8 SMK Pusat Keunggulan; Episode 9 KIP Kuliah Merdeka; Episode 10 Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP); Episode 11 Kampus Merdeka Vokasi; Episode 12 Sekolah aman berbelanja Bersama SIPLAH; Episode 13 Merdeka berbudaya dengan kanal Indonesiana; Episode 14 Kampus Merdeka dari kekerasan seksual; Episode 15 Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar; Episode 16 Akselerasi dan peningkatan pendanaan PAUD dan Pendidikan kesetaraan; Episode 17 Revitalisasi Bahasa Daerah; Episode 18 Pendidikan berbudaya dengan dana Indonesiana; dan Episode 19 Rapor Pendidikan Indonesia

Program Guru Penggerak yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek melalui Episode ke 5 ini turut menjadi bagian dari Inovasi Pembelajaran, Guru Penggerak adalah Program yang didesain untuk Guru sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid, Guru yang mengikuti Program Pendidikan  Guru harus melalui beberapa seleksi diantaranya seleksi administrasi salah satunya mengisi essai, seleksi simulasi mengajar dan terakhir seleksi wawancara, hal itu dilakukan agar kualitas dan peran serta Calon Guru Penggerak  mempunyai kualitas yang baik dalam menginisiasi sebuah program untuk diaplikasikan melalui aksi nyata disetiap sekolah Calon Guru Penggerak.       

Pendidikan Guru Penggerak berlangsung selama 9 Bulan, Pendidikan ini dilakukan ditempat kerja/sekolah masing-masing dengan metode pembelajaran Blended Learning melalui room/Belajar Daring dengan Fasilitator yang membedah dan mempelajari Modul 1 sampai 3 terdiri atas Modul 1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak, Modul 2 Pembelajaran yang berpihak pada murid, Modul 3 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah. Sementara yang bersifat Luring atau tatap muka yaitu Pendampingan Individu dan Lokakarya, Pendampingan Individu adalah pendampingan yang dilakukan Pengajar Praktik Guru Penggerak yang ditunjuk oleh Kemendikbudristek melalui hasil seleksi dengan mengunjungi sekolah tempat Guru Penggerak itu berada, tujuan dari Pendampingan Individu ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi atau perkembangan yang dilakukan Guru Penggerak dari hasil bedah modul dengan fasilitator, pendampingan individu ini dilakukan menjelang lokakarya, yang nanti hasil pendampingan Individu tersebut dibawa untuk didiskusikan pada saat lokakarya. Lokakarya Guru Penggerak diselenggarakan 1 bulan sekali selama 9 bulan, lokakarya dilaksanakan ditempat yang memadai untuk dilakukan lokakarya, yang unik dari perjalanan lokakarya Guru Penggerak ini terjadi pada saat Lokakarya ke 7, dimana loakakrya 7 ini bertema “Festival Panen Hasil Belajar” dimana inovasi program pembelajaran dari Guru Penggerak hadir di lokakarya 7, semua pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan turut hadir dalam pelaksanaan lokakarya tersebut dengan harapan adanya sentuhan atau perhatian dalam bentuk apresiasi ataupun finansial jika ada inovasi/terobosan baru dari aksi nyata Guru Penggerak dirasa perlu untuk dikembangkan disekolah dengan bantuan finansial.

Perjalanan Guru Penggerak selama 9 bulan membawa dampak perubahan yang baik untuk dunia Pendidikan di Indonesia dengan harapan setiap sekolah bisa mengedepankan Culture Inovation and Culture Learning sehingga bisa menciptkan dan mengembangkan inovasi pembelajaran dan program  yang berdampak pada murid. Dengan tersebarnya ribuan Guru Penggerak yang tersebar disetiap pelosok Nusantara turut serta dalam menyelaraskan Pendidikan yang berkualitas untuk masyarakat sesuai dengan Visi Indonesia Maju. Pergerakan melalui aksi nyata itulah yang dijadikan sebagai jargon atau Motto Guru Penggerak.

Jika dalam satu sekolah terdapat satu Orang Guru Penggerak artinya Guru tersebut sudah bisa melakukan satu inovasi atau perubahan disekolah, bayangkan jika semua Guru berlabel Guru Penggerak yang ada disetiap sekolah dari setiap jenjang maka tujuan dari cita-cita Pendidikan Nasional akan terwujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MENELADANI PESAN MORAL DARI CERITA FABEL KARYA KELOMPOK 5 KELAS VII SMP PLUS AL MUNAWAROH SUKASARI


 

 Assalamualaikum sahabat Guru diseluruh Indonesia, sedikit saya berbagi media pembelajaran dengan power point, agar pembelajaran lebih menar...