Oleh :
Eman Suherman
emansuherman98@guru.smk.belajar.id
Dunia Pendidikan
di Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya membahas dan melakukan kegiatan
inovasi pengembangan terkait transformasi Pendidikan, untuk mewujudkan visi
Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian demi terciptanya
Pelajar Pancasila, tak sedikit yang memprediksi bahwa perubahan Mindset Pendidikan
di Negara kita akan mengalami perubahan yang cukup signifikan dari sebelumnya,
hal ini dilakukan untuk mewujudkan Pendidikan yang berkualitas untuk masyarakat.
Perubahan ini
tertuang dalam Program Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Kementerian
Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui episode merdeka belajar, tak tanggung-tanggung
saat ini Kemendikbudristek telah merilis episode belajar sampai dengan episode
19 diantaranya; Episode 1 empat pokok kebijakan dengan mengganti UN
menjadi Assesment Nasional, menghapus USBN, Penyederhanaan RPP, menyesuaikan
kuota jalur prestasi berbasis Zonasi. Episode 2 Kampus Merdeka; Episode
3 Perubahan mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS); Episode 4
Program Organisasi Penggerak; Episode 5 Program Guru Penggerak; Episode
6 Transformasi dana pemerintah untuk Pendidikan tinggi; Episode 7
Program Sekolah Penggerak; Episode 8 SMK Pusat Keunggulan; Episode 9
KIP Kuliah Merdeka; Episode 10 Perluasan Program Beasiswa Lembaga
Pengelola Dana Pendidikan (LPDP); Episode 11 Kampus Merdeka Vokasi; Episode
12 Sekolah aman berbelanja Bersama SIPLAH; Episode 13 Merdeka
berbudaya dengan kanal Indonesiana; Episode 14 Kampus Merdeka dari
kekerasan seksual; Episode 15 Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka
Mengajar; Episode 16 Akselerasi dan peningkatan pendanaan PAUD dan
Pendidikan kesetaraan; Episode 17 Revitalisasi Bahasa Daerah; Episode
18 Pendidikan berbudaya dengan dana Indonesiana; dan Episode 19 Rapor
Pendidikan Indonesia
Program Guru
Penggerak yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek melalui Episode ke 5 ini
turut menjadi bagian dari Inovasi Pembelajaran, Guru Penggerak adalah Program
yang didesain untuk Guru sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada
murid, Guru yang mengikuti Program Pendidikan
Guru harus melalui beberapa seleksi diantaranya seleksi administrasi
salah satunya mengisi essai, seleksi simulasi mengajar dan terakhir seleksi
wawancara, hal itu dilakukan agar kualitas dan peran serta Calon Guru
Penggerak mempunyai kualitas yang baik
dalam menginisiasi sebuah program untuk diaplikasikan melalui aksi nyata
disetiap sekolah Calon Guru Penggerak.
Pendidikan Guru
Penggerak berlangsung selama 9 Bulan, Pendidikan ini dilakukan ditempat
kerja/sekolah masing-masing dengan metode pembelajaran Blended Learning melalui
room/Belajar Daring dengan Fasilitator yang membedah dan mempelajari
Modul 1 sampai 3 terdiri atas Modul 1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak, Modul
2 Pembelajaran yang berpihak pada murid, Modul 3 Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengembangan Sekolah. Sementara yang bersifat Luring atau tatap muka yaitu
Pendampingan Individu dan Lokakarya, Pendampingan Individu adalah pendampingan
yang dilakukan Pengajar Praktik Guru Penggerak yang ditunjuk oleh
Kemendikbudristek melalui hasil seleksi dengan mengunjungi sekolah tempat Guru
Penggerak itu berada, tujuan dari Pendampingan Individu ini adalah untuk
mengetahui sejauh mana implementasi atau perkembangan yang dilakukan Guru
Penggerak dari hasil bedah modul dengan fasilitator, pendampingan individu ini
dilakukan menjelang lokakarya, yang nanti hasil pendampingan Individu tersebut
dibawa untuk didiskusikan pada saat lokakarya. Lokakarya Guru Penggerak
diselenggarakan 1 bulan sekali selama 9 bulan, lokakarya dilaksanakan ditempat
yang memadai untuk dilakukan lokakarya, yang unik dari perjalanan lokakarya
Guru Penggerak ini terjadi pada saat Lokakarya ke 7, dimana loakakrya 7 ini bertema
“Festival Panen Hasil Belajar” dimana inovasi program pembelajaran dari
Guru Penggerak hadir di lokakarya 7, semua pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan
turut hadir dalam pelaksanaan lokakarya tersebut dengan harapan adanya sentuhan
atau perhatian dalam bentuk apresiasi ataupun finansial jika ada inovasi/terobosan
baru dari aksi nyata Guru Penggerak dirasa perlu untuk dikembangkan disekolah dengan
bantuan finansial.
Perjalanan Guru
Penggerak selama 9 bulan membawa dampak perubahan yang baik untuk dunia
Pendidikan di Indonesia dengan harapan setiap sekolah bisa mengedepankan Culture
Inovation and Culture Learning sehingga bisa menciptkan dan mengembangkan
inovasi pembelajaran dan program yang
berdampak pada murid. Dengan tersebarnya ribuan Guru Penggerak yang tersebar
disetiap pelosok Nusantara turut serta dalam menyelaraskan Pendidikan yang
berkualitas untuk masyarakat sesuai dengan Visi Indonesia Maju. Pergerakan
melalui aksi nyata itulah yang dijadikan sebagai jargon atau Motto Guru
Penggerak.
Jika dalam satu
sekolah terdapat satu Orang Guru Penggerak artinya Guru tersebut sudah bisa
melakukan satu inovasi atau perubahan disekolah, bayangkan jika semua Guru
berlabel Guru Penggerak yang ada disetiap sekolah dari setiap jenjang maka
tujuan dari cita-cita Pendidikan Nasional akan terwujud.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar