Beliau adalah Bapak Dr. Asep Kustiana, M.Pd seorang Dosen pengampu mata kuliah Filsafat Pendidikan pada Semester 1 jenjang Pasca Sarjana PBS Indonesia IKIP Siliwangi Bandung, sosok beliau yang sangat ramah dan bisa mengerti keadaan mahasiswanya menjadikan beliau adalah salah satu dosen yang sangat digemari oleh mahasiswa/i, tak terlepas saya sebagai mahasiswa yang mungkin baru bergabung dalam perkuliahan dan baru bertemu dengan beliau.Tak henti mata ini memandang hingga tak sadar kalau air mata ini menetes, pasalnya wajah beliau sangatlah mirip dengan almarhum Abah yang meninggal pada tanggal 09 September 2021 Pukul. 01.45 WIB Dinihari, sampai terbelsit dalam hati ini apakah ini yang disebut reinkarnasi?, tapi apalah itu yang jelas kehadiran beliau sangatlah menjadi penyemangat dikala saat ini Abah sudah tiada, terlebih dia juga memiliki logat atau gaya bicara sama dengan almarhum Abah, tak perlu waktu lama aku langsung cerita pada Emih dan kakak-kakakku bahwa di kampus ada Dosen yang sangat mirip wajahnya dengan Almarhum Abah, serentak emih dan kakakku tertawa dan mengakui bahwa beliau mempunyai wajah yang mirip dengan Al Marhum Abah.
Kesan tersendiri ketika memang satu penyemangat hilang dan tergantikan oleh yang serupa namun tak sama, rasanya sudah sangat lebih dari cukup mengobati rasa rinduku pada Almarhum Abah, saat inipun saya selalu menjalin komunikasi dengan beliau, ketika rasa rindu kepada Almarhum abah datang, foto inilah yang menjadi hati ini sedikit terobati akan rasa kehilangan yang mendalam dari sosok abah yang mengantarkanku pada status mahasiswa Pasca Sarjana IKIP Siliwangi Bandung tahun 2021.
Bila suatu hari nanti raga ini terlepas dengan ruh, maka ingatlah tidak ada yang abadi didunia ini, dan juga tidak mereka yang sudah mendahului kita sebetulnya tidak mati, hanya raga saja yang mati, namun jiwa, kebaikan atau bahkan satu keburukannyapun akan tetap hidup dalam benak sanubari kita, tetaplah tebarkan kebaikan, agar kelak nanti orang tercinta kita akan selalu ingat akan kebaikan yang kita perbuat, tentunya kebaikan itu akan menjadi amal ibadah yang tidak pernah pada dan terus mengalir selama kebaikan kita diingat dan bahkan menjadi hal yang bermanfaat bagi sesama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar